Keutamaan-Keutamaan Sholat Tarawih Pada Malam Ramadhan

https://lintangburhan.files.wordpress.com/2014/12/f43a1-keutamaansholattarawih.jpg

Sayyidina Ali Bin Thalib r.a. meriwayatkan sebuah hadist Rosullullah sebagai jawaban dari pertanyaan sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW tentang kelebihan Sholat Tarawih pada bulan Romadhon.

Orang mukmin (yang beriman) keluar dari (diampuni) dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.

Pada malam kedua, ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.

Pada malam ketiga, seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, meneruskan sholatnya pada malam-malam yang lain, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”

Pada malam keempat, dia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran)

Pada malam kelima, Allah Ta’ala memeberikan pahala seperti pahala orang yang shalat di Masjidil Haram, masjid Madinah dan Masjidil Aqsha.

Pada malam keenam, Allah Ta’ala memberikan pahala para Malaikat dan orang yang berthawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas serta tanah kepada setiap orang yang sholat dimalam tarawih ini.

Pada malam ketujuh, seolah-olah ia mencapai derajat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Hamman.

Pada malam kedelapan, Allah Ta’ala memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahin as.

Pada malam kesembilan, seolah-olah ia beribadat kepada Allah Ta’ala sebagaimana mutu ibadatnya Nabi Muhammad SAW.

Pada malam kesepuluh, Allah Ta’ala mengaruniai dia kebaikan dunia dan akhirat.

Pada malam kesebelas, ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.

Pada malam kedua belas, ia datang (dibangkitkan) pada hari kiamat dengan wajahnya (bercahaya) bagaikan bulan di malam purnama.

Pada malam ketiga belas, ia datang (dibangkitkan) pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala kejahatan serta keburukan.

Pada malam keempat belas, para malaikat akan datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan shalat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.

Pada malam kelima belas, ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.

Pada malam keenam belas, Allah menuliskan/menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam surga.

Pada malam ketujuh belas, ia diberi pahala seperti pahala para nabi.

Pada malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah ridho kepadamu dan kepada ibu bapakmu (baik yang masih hidup, maupun yang telah wafat).”

Pada malam kesembilan belas, Allah mengangkat derajat-derajatnya dalam surga Firdaus.

Pada malam kedua puluh, Allah memberi/mengkaruniakan pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan shalihin (orang-orang yang saleh).

Pada malam kedua puluh satu, Allah membangun untuknya sebuah gedung/mahligai dari (Nur) cahaya.

Pada malam kedua puluh dua, ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan (duka-cita) dan kesusahan serta kerisauan (di Padang Mashyar).

Pada malam kedua puluh tiga, Allah membangun untuknya sebuah kota di dalam surga yang terbuat dari (Nur) cahaya.

Pada malam kedua puluh empat, ia memperoleh duapuluh empat doa yang (mustajab) dikabulkan (diutamakan dikerjakan ketika sujud).

Pada malam kedua puluh lima, Allah Ta’ala menghapuskan darinya azab (siksa) kubur.

Pada malam kedua puluh enam, Allah mengangkat/mengkaruniakan pahalanya selama empat puluh tahun ibadah.

Pada malam kedua puluh tujuh, Allah akan memudahkan ia melewati shirath (Shirothol-Mustaqim) pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.

Pada malam kedua puluh delapan, Allah mengangkat baginya seribu derajat di akhirat (dalam surga).

Pada malam kedua puluh sembilan, Allah memberinya/mengkaruniai pahala seribu haji yang (mabrur) diterima.

Dan pada malam ketiga puluh, Allah berfirman: “Wahai hamba-Ku, makanlah buah-buahan (surga) yang engkau inginkan, mandilah dari air sungai Salsabila dan minumlah dari telaga Al-Kautsar yang dikaruniakan kepada Nabi Muhammad SAW. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”

Akhirnya, semoga amal ibadah kita diterima dan kita mendapatkan pangkat dan derajat dari Allah sebagai seorang yang bertaqwa. Aamiin Allahumma Aamiin..

From:  Referensi Dunia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s